Jumat, 30 November 2007

#$%%#%

Haciinggggg....wah badan lagi sakit.sudah tiga hari terbaring lemah dan panas dingin.mana hidung ngak berhenti melerrr......waduh jadi sulit nafas.Padahal tinggal beberapa minggu lagi untuk sidang Ta.Apalagi bahannya belum jadi.Gimana nihh?....pusing....masak gagal lagi untuk sidang semester ini.wah no coment....memang susah banget atau akunya yang dodol.Untuk mencapai gelar ini aja di institut yang bertempat di sukolilo Surabaya .Untung saja dosen penguji yang kemaren,pada minggat semua ke Jepang dan canada but masih banyak yang lain yang siap menerkam.Kemarin pagi si sobir sms aku dan bilang kalau buku Ketika cinta bertasbih 2 sudah terbit.Sebenarnya buku ini aku tunggu- tunggu tapi sudah terbit malah akunya yang ngak sempet + bokeek.Mana persiapan membantu teman buka warnet ngak selesai-selesai.Dolar sekarang naiknya ngak kira- kira sampai 9400 + cari – cari linux untuk client (susah masih coba2) Rencana pertama pake zencafe...tapi tampilannya ngak friendly buat user.Pindah lagi ke DewaLinux yang notabene remastering ubuntu 7.10 yang konon buatan anak2 jember dan tampilannya yang sudah seperti XP.Tapi kurang puas jadi terpaksa pake Ubuntu 7.10 dan dimodif sendiri.

#apt-get install obat-pusing
#Reading package lists... Done
#Building dependency tree
#Reading state information... Done
#E: Couldn't find package obat-pusing
wah.....
#init0......zzzzzzzzzzzzzzz

Kamis, 15 November 2007

dejavu

malam yang menusuk - nusuk di balik sengang bulan nan tenggelam.kubunuh satu bersarang di kepala penuh.tak kupahami arti yang terselip dan merayap pergi.dan kudengar desis menggelitik di atas membran putih.seolah - olah menjauhkanku dari beberapa air-Mu.aku memang berlari oh pikiranku.tapiii.......kau bilang ..kau hanya selangkah saja.....dan kembali ketitik nadir itu.benar...kah wahai dinding yang mengeluarkan debu.jumawa yang selalu terucap membuatku tak menghiraukan janji yang kau tulis di balik embun yang berarak pergi waktu mentari menunjukkan angkuhnya.yaaa..aku tahuuu.Tapi setiap onggok tulangku berkata sudahhh cukuppp.air muka tak bisa kusembunyikan bahkan di lubang semut sekalipun.biar aku melumut di sini sambil menunggu meledaknya otakku.......

Senin, 12 November 2007

Segantini

Sehabis pulang dari eks-kotsanku.Entah kenapa? Aku terkadang kangen suasana kost yang lama.Terus terang aku kangen sama canda gurau adik2 kostku.Kemudian iseng nyalain Pcku.Lalu tv turnerku.Setelah Lama memencet-mencet tombol remote sambil mengharap ada chanel yang bagus untuk dinikmati.Akhirnya pilihanku jatuh di metrotv.Program autobiografi seorang seniman bernama Giovanni Segantini .Seorang seniman lukis yang hidup di sekitar pegunungan alpen,swiss dan hidup antara 1858-1899 .Lukisan yang dia buat sangat natural dan indah untuk dinikmati.Terus terang aku buta tentang seni lukis dan kehindahan yang membuat lukisan di hargai mahal.Sebagai orang awam aku terkesima (ciehhh gubrak) dengan lukisannya.Lukisan kegiatan penduduk desa dengan latar belakang pegunungan alpen.Menurut sang ahli,lukisan sagantini sangat natural dan beteknik tinggi.Bayangkan untuk memperoleh sebuah kilatan dari lereng pegunungan yang terbentuk dari warna abu – abu.Dia tidak mencampur putih dan hitam dahulu tapi langsung ia buat dalam kanvas.Sehingga gunung alpen yang bersalju tampak berkilat keabu – abuan.ciamiikkk deh.

Dia telah banyak menghasilkan banyak karya.Sebelum ia meninggal,sagantini mempunyai mimpi terakhir untuk mendaki gunung alpen.Ia pun mewujudkan mimpi tersebut walau dalam perjalanan pendakian ia meninggal.Sebelum meninggal ia membuat lukisan 3 yang berjudul life,natural,death.Lukisan tersebut berbentuk Triptych .Dari 3 lukisan 2 lukisan tersebut mempunyai ukuran kanvas yang sama Life dan death.Life melukiskan suasana sore hari dimana 2 orang wanita yang baru pulang,di situ juga di gambarkan seorang gembala yang sedang mengumpulkan hewan ternak dan seorang ibu yang memeluk pulas anaknya yang sedang tidur di bawah pohon.

Natural menceritakan 2 orang gembala yang pulang dari mengembala

Sedangkan lukisan death menceritakan suasana pemakaman dengan latar belakang gunung alpen.Setelah diteliti ternyata lukisan death menyimpan misteri yang akhirnya terkuak.Ternyata lukisan death menceritakan kisah kematian si pelukis.Bila kita amati dalam lukisan terdapat bayang – bayang di gunung seolah2 bayang2 dari awan.Ternyata sebuah mayat yang dibunkus dan ditarik oleh kuda.Untuk mengenang sagantini rekan – rekannya membuat musium yang terletak di desa ia tinggal yang bernama Segantini Museum di Sankt Moritz.


Jika rekan – rekan Segantini mampu menghargai karya – karyanya.Bagaimana dengan kita? Dapatkah kita menghargai para pahlawan yang telah mati – matian merebut dan mempertahankan kemerdekaan? Semoga saja kita mampu memegang amanat kemerdekaan ini dari Tuhan lewat perjuangan para pahlawan.